Manfaat Bawang Putih Bagi Kesehatan

Bawang putih merupakan tanaman yang berasal dari Asia Tengah dan
sudah mulai dibudi dayakan lebih dari 5000 tahun yang lalu. Tanaman yang
masuk keluarga Alliaceae ini, memiliki sekitar 300 varietas
yang tersebar dan tumbuh di seluruh dunia. Memiliki kulit yang tipis,
berwarna putih dan membentuk umbi berdiameter sekitar 5 – 7 cm.
Sedangkan Serabut akarnya tumbuh dari bagian bawah umbinya.
Di Indonesia bawang putih lebih dikenal sebagai bahan untuk bumbu
masak. Bebagai masakan menggunakan bawang putih sebagai bahan bumbu
utamanya. Namun demikian, secara tradisional, bawang putih sudah
digunakan sebagai bahan yang dapat menyembuhkan berbagai penyakit,
seperti: gangguan pencernaan, luka, infeksi, dan gangguan pernapasan.
Tentara Rusia menggunakan bawang putih sebagai pengganti penicillin
untuk penyembuhan atau pengobatan luka saat perang dunia kedua, dan
sejak saat itu bawang putih mendapat julukan sebagai Russian Penicillin.
Berbagai penelitian telah dilakukan untuk mengetahui dan mencari
manfaat dari zat yang terkandung di dalam bawang putih. Dari hasil
penelitian itu disebutkan bahwa zat yang terkandung di dalamnya dapat
memberikan pengaruh terhadap kesehatan dan proses penyembuhan berbagai
penyakit.
Senyawa Fitokimia Pada Bawang Putih
Bawang putih mengandung minyak yang dapat menguap atau volatile oil, seperti senyawa sulfur yang terdiri dari allicin, allisatin, allinase, ally-propyl disulphide, diallyl trisulphide/DATS. Beberapa
vitamin juga terdapat di dalamnya, seperti vitamin A, vitamin C dan
vitamin E. Selain itu terkandung beberapa mineral seperti: mangan,
kalium, kalsium, besi, tembaga, fosfor, dan mineral jarang selesium dan
germanium.
Setiap 100 gram bawang putih dapat mengandung 149 kalori dengan 6,4
gram protein, 0,5 gram lemak, 33,1 gram karbohidrat kompleks, 620
miligram kalsium, 170 miligram fosfor, dan sekitar 17 miligram vitamin
C, B, E, serta mengandung 2,1 gram serat.
Bawang Putih Untuk Berbagai Penyakit
Dengan kandungan yang dimilikinya, bawang putih dapat memberikan
sejumlah manfaat atau khasiat seperti: mengencerkan darah, menyembuhkan
kanker lambung dan usus besar, dapat mencegah kanker saluran cerna
terutama mulut, lambung dan usus besar, menurunkan kadar lemak darah,
meningkatkan imunitas, menjaga kekuatan dan kesehatan sel tubuh.
Berbagai penyakit juga dilaporkan dapat diatasi dengan konsumsi
bawang putih, seperti menghambat perkembangan tumor, mengatasi gangguan
pencernaan, menurunkan kolesterol darah, antiradang, antiseptic,
meredakan demam dengan cara mengeluarkan keringat, penawar racun akibat
gigitan ular, dan kalajengking, sebagai ekspektoran.
Bawang putih juga bermanfaat dalam membantu mengobati bronchitis
kronis, tuberculosis, radang paru akibat jamur, dan radang otak.
Selain itu bawang putih dapat memperlambat perkembangan
aterosklerosis, mencegah timbulnya penyakit jantung koroner dengan
menghambat pembentukan trombus. Beberapa penyakit ringan yang dapat
diatasi oleh bawang putih adalah: diare, disentri, influenza, asma,
cacingan, batuk rejan.
Cara pemakaian:
Bawang putih lebih berkhasiat jika dikonsumsi mentah. Khasiat akan
berkurang jika bawang ditumis atau direbus atau di panggang. Pemanasan
dapat merusak zat, rasa dan bau penghasil senyawa yang berkhasiat.
Untuk mendapatkan khasiat dari bawang putih dapat dikonsumsi sebanyak
4 gram atau setara dengan dua – tiga siung per hari, dan dikonsumsi
sebanyak dua – tiga kali sehari pada saat makan. Jadi dimakan bersama
dengan makanan lain.
Untuk pemakaian luar, bawang putih ditumbuk beberapa suing dan
dibubuhkan pada daerah sakit seperti bisul, jerawat, gigitan ular dan
serangga. Setelah dibubuhkan kemudian dibalut, tetapi jangan terlalu
lama agar terhindar dari efek samping seperti pelepuhan kulit, kemerahan
dan iritasi berlebihan serta luka bakar.
Yang Terlarang Dari Bawang Putih.
Jangan mengkonsumsi bawang putih secara berlebihan. Gunakanlah
sewajarnya. Pemakaian berlebihan akan menimbulkan efek samping yang
dapat berakibat fatal bagi kesehatan tubuh.
Mengkonsumsi bawang putih secara berlebihan dapat menyebabkan rasa
panas di rongga mulut, iritasi saluran pencernaan, rasa mual, panas di
dada, dan muntah. Pengaruh yang lain adalah timbulnya alergi seperti
serangan asma, pusing, demam, rasa haus dan hidung berlendir.
Bagi penderita borok lambung, atau ulkus yang pernah mengalami pendarahan tidak dianjurkan mengkonsumsi bawang putih.
Bagi mereka yang sedang mengkonsumsi obat pengencer darah, atau
antikoagulan dianjurkan mengurangi konsumdi bawang putih. Zat yang
terdapat pada bawang putih dapat menyebabkan pendarahan spontan. Bawang
putih berkhasiat untuk antipenggumpalan, atau menghambat pembentukan
thrombus dan dapat melarutkan bekuan darah, atau fibrinolisis.
Segera hentikan mengkonsumsi bawang putih, jika dalam waktu dekat berencana melakukan operasi atau mencabut gigi.
Pemakaian local pada kulit yang terlalu lama dapat menimbulkan
iritasi pada kulit yang ditandai dengan timbulnya gelembung, atau
melepuh






0 komentar:
Post a Comment